Potret Pendidikan Indonesia

Semoga Pendidikan di Indonesia Semakin Berkembang.

Wednesday, February 1, 2017

Fungsi Serta Tujuan Bimbingan dan Konseling



1.      Fungsi Bimbingan dan Konseling
Ditinjau dari segi sifatnya, layanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi :
a.       Pemecahan (Preventif)
Layanan bimbingan dapat berfungsi pencegahan artinya merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi pencegahan ini layanan yang diberikan berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah.
b.      Fungsi pemahaman
Fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa. Pemahaman ini mencakup, yaitu :
1)      Pemahaman tentang diri siswa.
2)      Pemahaman tentang lingkungan siswa (termasuk di dalamnya lingkungan keluarga dan sekolah).
3)      Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (termasuk di dalamnya informasi pendidikan, jabatan/pekerjaan/karier, dan informasi budaya/nilai-nilai).
c.       Fungsi Perbaikan
Walaupun fungsi pencegahan dan pemahaman telah dilakukan, namun mungkin saja siswa masinh menghadapi masalah-masalah tertentu. Di sinilah fungsi perbaikan itu berperan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling permasalahan yang dialami siswa.
d.      Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi ini berarti bahwa layanan bimbingan dan konseling dapat membantu para siswa dalam memelihara dan mengembangkan keseluruhan pribadinya secara mantap, terarah, dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang positif dijaga agar tetap baik dan mantap.

2.      Tujuan Bimbingan dan Konseling
a.       Tujuan umun
Tujuan umum dari layanan bimbingan dan konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 2003 (UU No. 20/2003), yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudu pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (Depdikbud, 2004:5).
Sesuai dengan pengertian bimbingan dan konseling sebagai suatu upaya membentuk perkembangan kepribadian siswa secara optimal.
b.      Tujuan khusus
Secara khusus pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi-sosial, belajar, dan karier. Bimbingan pribadi-sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang takwa, mandiri dan bertanggung jawab. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.

A.        Dalam aspek tugas perkembangan pribadi-sosial
Dalam aspek tugas perkembangan pribadi-sosial, layanan bimbingan konseling membantu siswa agar :
a)      Memiliki kesadaran diri.
b)      Dapat mengembangkan sikap positif.
c)      Membuat pilihan secara sehat.
d)     Mampu menghargai orang lain.
e)      Memiliki rasa tanggung jawab.
f)       Mengembangkan keterampilan hubungan antarpribadi.
g)      Dapat menyelesikan konflik.
h)      Dapat membuat keputusan secara efektif.

B.        Dalam aspek tugas perkembangan belajar
Dalam aspek tugas perkembangan belajar, layanan bimbingan dan konseling membantu siswa agar :
a)      Dapat melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif.
b)      Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan.
c)      Mempu belajar secara efektif.
d)     Memliki ujian dan kemampuan dalam menghadapi ujian/evaluasi.

C.       Dalam aspek tugas perkembangan karier
Dalam aspek tugas perkembangan karier, layanan bimbingan dan konseling membantu siswa agar :
a)      Mampu membentuk identitas karier.
b)      Mampu merencanakan masa depan.
c)      Dapat membentuk pola-pola karier.

d)     Mengenal keterampilan, kemampuan, dan minat.

Tuesday, January 31, 2017

Ortopedagogik Anak Tunadaksa



Berikut ini Power Point mengenai Anak Slow Learner, semoga bermanfaat bagi agan-agan sekalian.
Kalau sempat silahkan tinggalkan komentar :D


Anak Slow Learner


Berikut ini Power Point mengenai Anak Slow Learner, semoga bermanfaat bagi agan-agan sekalian.
Kalau sempat silahkan tinggalkan komentar :D

Contoh Skripsi Menggunakan Variasi 3 Model Pembelajaran



Berikut ini adalah contoh skripsi menggunakan variasi 3 model pembelajaran pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya pada anak Sekolah dasar kelas V, 3 model pembelajaran yang divariasikan adalah Inkuiri Terbimbing, Numbered Heads Together, dan Make A Match.

Semoga contoh skripsi ini bisa dijadikan referensi buat agan-agan, silahkan tinggalkan tanggapan di kolom komentar untuk saran ataupun kritik :D

Monday, January 30, 2017

SCIENTIFIC APPROACH




Scientific Approach merupakan satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran dengan menitikberatkan pada penggunaan metode ilmiah dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini di dasari pada esensi pembelajaran yang sesungghnya merupakan sebuah proses ilmiah yang dilakukan oleh siswa dan guru. Pendekatan ini diharapkan bisa membuat siswa berpikir ilmiah, logis, kritis dan objektif sesuai dengan fakta yang ada.

MAKALAH PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR





BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di dalam kehidupannya menghadapi persoalan-persoalan yang silih berganti. Manusia tidak sama satu dengan yang lain, baik dalam sifat maupun kemampuannya. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain, tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain. Khususnya bagi yang terakhir inilah bimbingan dan konseling diperlukan.