1.
Fungsi
Bimbingan dan Konseling
Ditinjau dari segi sifatnya, layanan bimbingan dan konseling dapat
berfungsi :
a.
Pemecahan
(Preventif)
Layanan
bimbingan dapat berfungsi pencegahan artinya merupakan usaha pencegahan
terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi pencegahan ini layanan yang diberikan
berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah.
b.
Fungsi
pemahaman
Fungsi
pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan
menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan
keperluan pengembangan siswa. Pemahaman ini mencakup, yaitu :
1)
Pemahaman
tentang diri siswa.
2)
Pemahaman
tentang lingkungan siswa (termasuk di dalamnya lingkungan keluarga dan
sekolah).
3)
Pemahaman
tentang lingkungan yang lebih luas (termasuk di dalamnya informasi pendidikan,
jabatan/pekerjaan/karier, dan informasi budaya/nilai-nilai).
c.
Fungsi
Perbaikan
Walaupun
fungsi pencegahan dan pemahaman telah dilakukan, namun mungkin saja siswa
masinh menghadapi masalah-masalah tertentu. Di sinilah fungsi perbaikan itu
berperan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling permasalahan yang dialami siswa.
d.
Fungsi
Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi
ini berarti bahwa layanan bimbingan dan konseling dapat membantu para siswa
dalam memelihara dan mengembangkan keseluruhan pribadinya secara mantap,
terarah, dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang positif
dijaga agar tetap baik dan mantap.
2.
Tujuan
Bimbingan dan Konseling
a.
Tujuan umun
Tujuan umum dari layanan bimbingan dan konseling adalah sesuai
dengan tujuan pendidikan, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 2003 (UU No. 20/2003), yaitu terwujudnya
manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman, dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berbudu pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan
keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan
mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (Depdikbud,
2004:5).
Sesuai dengan pengertian bimbingan dan konseling sebagai suatu
upaya membentuk perkembangan kepribadian siswa secara optimal.
b.
Tujuan khusus
Secara khusus pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk
membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek
pribadi-sosial, belajar, dan karier. Bimbingan pribadi-sosial dimaksudkan untuk
mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi
yang takwa, mandiri dan bertanggung jawab. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk
mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Bimbingan karier dimaksudkan
untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.
A.
Dalam aspek
tugas perkembangan pribadi-sosial
Dalam
aspek tugas perkembangan pribadi-sosial, layanan bimbingan konseling membantu
siswa agar :
a)
Memiliki
kesadaran diri.
b)
Dapat
mengembangkan sikap positif.
c)
Membuat pilihan
secara sehat.
d)
Mampu
menghargai orang lain.
e)
Memiliki rasa
tanggung jawab.
f)
Mengembangkan
keterampilan hubungan antarpribadi.
g)
Dapat
menyelesikan konflik.
h)
Dapat membuat
keputusan secara efektif.
B.
Dalam aspek tugas
perkembangan belajar
Dalam aspek tugas perkembangan belajar, layanan bimbingan dan
konseling membantu siswa agar :
a)
Dapat
melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif.
b)
Dapat
menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan.
c)
Mempu belajar secara
efektif.
d)
Memliki ujian
dan kemampuan dalam menghadapi ujian/evaluasi.
C.
Dalam aspek
tugas perkembangan karier
Dalam
aspek tugas perkembangan karier, layanan bimbingan dan konseling membantu siswa
agar :
a)
Mampu membentuk
identitas karier.
b)
Mampu merencanakan
masa depan.
c)
Dapat membentuk
pola-pola karier.
d)
Mengenal
keterampilan, kemampuan, dan minat.
